Kementrian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktur Jendral/Dirjen Perkebunan menggelar sosialisasi program peremajaan kelapa sawit di kabupaten Konawe utara

Reporter : Idham
Narasumber : Dirjen perkebunan kementan RI Bambang

31.07.2018.RRI.IDHAM

Kementrian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktur Jendral/Dirjen Perkebunan menggelar sosialisasi program peremajaan kelapa sawit di kabupaten Konawe utara// Dirjen perkebunan kementan RI Bambang mengatakan sosialisasi yang dilaksanakan di kabupaten Konawe utara ini dikarenakan dari sekitar 25 ribu hektar areal perkebunan kelapa sawit yang ada di sultra sekitar 75 persen berada di kabupaten konawe utara// untuk itu kata Bambang pemerintah pusat melalui kementrian pertanian memberi perhatian khusus bagi petani di kabupaten konawe utara untuk melakukan peremajaan tanaman sawit yang sudah tergolong tidak produktif // Menurut Bambang para petani pemilik lahan sawit akan di beri bantuan dana sebagai pengganti dan biaya operasional pengelolahan lahan senilai 25 juta perhektar yang di berikan secara bertahap melalui kelompok tani///

==========================Insert

Lebih lanjut dirjen perkebunan kemntan ri bambang mengatakan untuk target peremajaan kebun kelapa sawit milik petani di sultra pada tahun 2018 ini di alokasikan seluas dua koma 500 hektar yang tersebar pada delapan kabupaten di sultra// sementara itu bupati konawe utara ruksamin memberi apresiasi kepada dirjen perkebunan yang telah memberi perhatian besar kepada petani khususnya petani kelapa sawit khususnya di konawe utara// menurutnya program peremajaan kelapa sawit sangat luar biasa dimana petani sawit yang selama ini tidak lagi produktif bisa kembali bergairah untuk mengelolah lahannya/ selain itu dengan program peremajaan dalam jangka 2 – 3 tahun tanaman sawit dengan bibit unggul sudah dapat kembali berproduksi///

=====================Insert

Rangkaian sosialisasi peremajaan kelapa sawit yang dihadiri sejumlah petani kelapa sawit dari beberapa perwakilan kabupaten, dilanjutkan dengan dialog antara Dirjen dengan para petani sawit yang dipimpin Kadis Perkebunan Sultra sebagai moderator///Lpt-

Kementrian Pertanian Republik Indonesia mencatat dari 14 juta hektar lebih luas perkebunan kelapa sawit terdapat 2 koma 4 juta hektar yang mendesak untuk dilakukan peremajaan

Reporter : Idham
Narasumber : Dirjen Perkebunan Kementan RI Ir.Bambang

31.07.2018.RRI.Idham

Kementrian Pertanian Republik Indonesia mencatat dari 14 juta hektar lebih luas perkebunan kelapa sawit terdapat 2 koma 4 juta hektar yang mendesak untuk dilakukan peremajaan// Dirjen Perkebunan Kementan RI Ir.Bambang saat menghadiri sosialisasi program peremajaan kelapa sawit di Wanggudu Kabupaten Konawe utara mengatakan keseriusan pemerintah pusat dalam program me-replanting perkebunan sawit masyarakat 2018 di seluruh Indonesia itu karena kontribusi ekspor Indonesia dunia terbanyak dari komoditas sektor perkebunan khususnya dari produk kelapa sawit// untuk itu kata Bambang program re-replanting tahun ini ditargetkan sebanyak 185 ribu hektare atau terbesar sepanjang sejarah yang sebelumnya hanya seluas 14 ribu hectare// Menurut Bambang program replanting tersebar pada 20 provinsi di Tanah Air dan terluas ada di Pulau Sumatra menyusul Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara//

================Insert

Lebih lanjut Bambang mengatakan, dengan program peremajaan kebun sawit petani itu, produksi sawit yang dulunya hanya bisa memproduksi rata-rata 2 - 4 ton per hektare, dengan program replanting bisa ditingkatkan produksinya 6 atau 8 ton bahkan di atas 10 ton per hectare// dan  terkhusus di Sulawesi Tenggara  meskipun program peremajaan kebun sawit Sultra belum masuk dalam 20 provinsi dalam program replanting, namun dengan kerja sama antara pemerintah provinsi dengan Kementan, petani Sulawesi Tenggara akan diberi target khusus untuk tahun ini sebanyak 2.500 hektare program peremajaan kebun sawit///
Kehadiran Dirjen Perkebunan Kemantan RI di Sultra juga didampingi sejumlah Direktur, selain memberi sosialisasi peremajaan kelapa sawit rakyat juga menggelar pertemuan dan sosialisasi dengan ratusan petani kakao di kabupaten Kolaka Timur///

 

392 pelajar dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) se-Sulawesi tenggara (Sultra) mengikuti lomba Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2018 tingkat provinsi

Reporter : H. Atto Raidi, S.IP
Narasumber : Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Dr.Abdul Kadir, M.Pd

25. 07. 2018. R.R.I. 006 LIPUTAN DAERAH

Sedikitnya 392 pelajar dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) se-Sulawesi tenggara (Sultra) mengikuti lomba Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2018 tingkat provinsi yang di pusatkan di kota kendari selama empat hari dari 24 hingga 26 Juli 2018. // Ajang bergengsi yang di gelar Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sultra itu, untuk dipersiapkan menuju tingkat nasional di Bumi Rafflesia Provinsi Bengkulu. // Kepada RRI di Kendari, Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Dr.Abdul Kadir, M.Pd mengatakan, kegiatan tersebut merupakan motivasi siswa madrasah agar terus meningkatkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual berdasarkan nilai-nilai agama, disamping menumbuhkembangkan budaya kompetitif yang sehat di kalangan siswa madrasah dan memberikan kesempatan yang sama bagi siswa madrasah dalam belajar berkreativitas dan berprestasi.// Namun semua itu kesuksesannya dapat ditentukan dengan niat dan tekad yang bulat, memanfaatkan momen yang baik serta berserah diri pada yang kuasa.// INSERT 1: ABDUL KADIR ...................

Dalam pelaksanaan lomba itu lanjut Abdul Kadir, pihaknya telah menyiapkan berbagai sarana yang dibutuhkan selama proses lomba berlangsung, diantaranya 400 unit komputer yang digunakan untuk System Computer Based Test (CBT) Ofline.// INSERT 2: ABDUL KADIR..

Kompetisi Sains Madrasah yang dilombakan Kemenag Sultra pada event itu yakni untuk MI lomba Matematika Terintegrasi dan Sains IPA Terintegrasi, sedangkan MTs yaitu Matematika Terintegrasi, IPA Terpadu Terintegrasi dan IPS Terpadi Terintegrasi serta tingkat MA melombakan Matematika Terintegrasi, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi dan Geografi Terintegrasi.// Lpt. –

Kementrian Pertanian Republik Indonesia mencatat dari 14 juta hektar lebih luas perkebunan kelapa sawit terdapat 2 koma 4 juta hektar yang mendesak untuk dilakukan peremajaan

Reporter : Idham
Narasumber : Dirjen perkebunan kementan RI Bambang

31.07.2018.RRI.Idham

Kementrian Pertanian Republik Indonesia mencatat dari 14 juta hektar lebih luas perkebunan kelapa sawit terdapat 2 koma 4 juta hektar yang mendesak untuk dilakukan peremajaan// Dirjen Perkebunan Kementan RI Ir.Bambang saat menghadiri sosialisasi program peremajaan kelapa sawit di Wanggudu Kabupaten Konawe utara mengatakan keseriusan pemerintah pusat dalam program me-replanting perkebunan sawit masyarakat 2018 di seluruh Indonesia itu karena kontribusi ekspor Indonesia dunia terbanyak dari komoditas sektor perkebunan khususnya dari produk kelapa sawit// untuk itu kata Bambang program re-replanting tahun ini ditargetkan sebanyak 185 ribu hektare atau terbesar sepanjang sejarah yang sebelumnya hanya seluas 14 ribu hectare// Menurut Bambang program replanting tersebar pada 20 provinsi di Tanah Air dan terluas ada di Pulau Sumatra menyusul Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara//

================Insert

Lebih lanjut Bambang mengatakan, dengan program peremajaan kebun sawit petani itu, produksi sawit yang dulunya hanya bisa memproduksi rata-rata 2 - 4 ton per hektare, dengan program replanting bisa ditingkatkan produksinya 6 atau 8 ton bahkan di atas 10 ton per hectare// dan  terkhusus di Sulawesi Tenggara  meskipun program peremajaan kebun sawit Sultra belum masuk dalam 20 provinsi dalam program replanting, namun dengan kerja sama antara pemerintah provinsi dengan Kementan, petani Sulawesi Tenggara akan diberi target khusus untuk tahun ini sebanyak 2.500 hektare program peremajaan kebun sawit///
Kehadiran Dirjen Perkebunan Kemantan RI di Sultra juga didampingi sejumlah Direktur, selain memberi sosialisasi peremajaan kelapa sawit rakyat juga menggelar pertemuan dan sosialisasi dengan ratusan petani kakao di kabupaten Kolaka Timur///

 

empat Jamaah Calon Haji asal Sulawesi tenggara batal berangkat

Reporter : H. Atto Raidi, S.IP
Narasumber : Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh ( Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, La Maidu

27. 07. 2018. R.R.I. 006 LIPUTAN DAERAH

Sebanyak empat Jamaah Calon Haji (JCH) asal Sulawesi tenggara (Sultra) dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci Mekkah Arab saudi untuk menunaikan ibadah haji pada musim haji 2018.// Kepada RRI di kendari, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, La Maidu mengatakan jamaah calon haji yang gagal berangkat tersebut masing-masing berasal dari Kabupaten Kolaka, Konawe dan Kota Kendari.// Calon haji asal kabupaten kolaka itu  bernama Jumranah karena dilaporkan telah meninggal dunia, sedangkan asal kabupaten Konawe Siti Sakinah karena sakit, demikian halnya dengan jamaah asal kota kendari sebanyak 2 orang yakni Sutiono dan Siti Nur binti Laode Uke juga karena sakit.// Olehnya itu, dirinya mengimbau seluruh calon haji agar pada jelang pemberangkatan hingga saat berada di tanah suci nanti tetap menjaga kesehatan, karena 80 persen jamaah calon haji sultra merupakan usia diatas 50 tahun.// INSERT : LA MAIDU..............

La Maidu juga mengatakan, ke empat calon haji yang gagal berangkat tersebut sudah digantikan dari daftar tunggu (cadangan) dari 101 daftar tunggu yang dipersiapkan atau  mencapai lima persen dan kuota yang telah dipenuhi semua persyaratan termasuk pelunasan dan administrasi lainnya.// Dengan demikian, jumlah calon haji Sultra yang akan berangkat tahun ini, masih tetap sebanyak 2.045 orang, sudah termaksud dengan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan petugas haji.// Seluruh jamaah nantinya meninggalkan Sultra menuju Asrama haji suddiang  Makassar mulai 1 hingga 5 Agustus 2018 diawali dari kloter UPG-20, kemudian berurutan pada hari berikutnya yakni UPG-21, UPG-22, UPG-23 dan kloter UPG-24.// Selanjutnya pemberangkatan dari Embarkasi Hasanuddin Makassar menuju Jeddah Arab Saudi mulai 3 hingga 6 Agustus 2018.// Lpt. -