SULTRA KEKURANGAN TENAGA PENGAJAR PNS

Reporter : Gafar, S.IP
Narasumber : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara Damsid

Hampir seluruh Kabupaten/Kota di Sulawesi Tenggara, saat ini kekurangan tenaga guru berstatus PNS untuk tingkat sekolah Menengah Atas dan sederajat /// Salah satu penyebab kurangnya tenaga pengajar tersebut karena penyebaran guru di daerah-daerah yang tidak merata /// Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara Damsid mengungkapkan, secara kuantitas, jumlah guru di Sulawesi Tenggara cukup memadai, namun penempatan guru di wilayah kota, lebih banyak dibanding guru yang ditempatkan di wilayah Kabupaten /// Selain itu Menurut Damsid, minimnya Guru mata pelajaran untuk tingkat SMA sederajat, juga sangat dirasakan siswa, terutama guru Kesenian, Penjaskes dan Guru mata pelajaran kompetensi untuk sekolah Kejuruan atau SMK ///

Insert : Damsid ...

Damsid menambahkan, salah satu solusi mengatasi kekurangan tenaga guru bertsatus PNS tersebut, yakni dengan mengangkat tenaga Guru Tidak Tetap atau GTT, yang penggajiannya melalui dana APBD /// Karena itu, pemerintah daerah bersama legislative, diminta harus bersinergi mengatasi kekurangan tenaga guru di Wilayah Sulawesi Tenggara /// Saat Jumlah guru SMA sederajat berstatus PNS di Sulawesi Tenggara tercatat sebanyak 6.400 orang, sementara jumlah guru yang dibutuhkan minimal tiga ribu orang /// Menutupi kekurangan itu, sebagian sekolah mengambil inisiatif dengan merekrut tenaga honorer melalui alumni Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan atau LPTK, untuk membantu proses mengajar di sekolah –sekolah /// Lpt

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA (SULTRA) AKAN KEMBALI MENGGELAR FESTIVAL PULAU BOKORI 2018

Reporter : Idham
Narasumber : KEPALA DINAS PARIWISATA SULTRA SYAHRUDDIN NURDIN

23.10.2018.RRI.IDHAM

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA (SULTRA) AKAN KEMBALI MENGGELAR FESTIVAL PULAU BOKORI 2018.

EVENT EMPAT TAHUNAN TERSEBUT RENCANANYA KEMBALI DI GELAR DI PULAU BOKORI KECAMATAN SOROPIA, KABUPATEN KONAWE PADA 27 HINGGA 28 OKTOBER MENDATANG.

KEPALA DINAS PARIWISATA SULTRA SYAHRUDDIN NURDIN MENGATAKAN KEGIATAN FESTIVAL PULAU BOKORI YANG SUDAH MENJADI KALENDER PARIWISATA PEMPROV SULTRA TERSEBUT DIHARAPKAN DAPAT MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN SERTA DAPAT BERDAMPAK PADA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KHUSUSNYA MASYARAKAT YANG ADA DI SEKITAR PULAU BOKORI.

MENURUT SYAHRUDDIN NURDIN UNTUK PERSIAPAN PELAKSANAAN FESTIVAL BOKORI TAHUN KINI SUDAH MENCAPAI 90 PERSEN DAN AKAN MELIBATKAN 12 DESA YANG ADA DI KECAMATAN SOROPIA, KABUPATEN KONAWE.

=============INSERT

LEBIH LANJUT SYARUDDIN NURDIN MENGATAKAN EVENT FESTIVAL BOKORI TERSEBUT BERTUJUAN UNTUK MENGGALI KEMBALI BUDAYA LOKAL MASYARAKAT BAJO/DAN FESTIVAL INI JUGA AKAN DI HADIRI GUBERNUR ALI MAZI DAN WAKIL GUBERNUR SULTRA LUKMAN ABUNAWAS.

SYAHRUDDIN NURDIN MENAMBAHKAN PADA FESTIVAL BOKORI INI ADA BEBERAPA KEGIATAN YANG AKAN DILAKSANAKAN YAKNI LOMBA MEMANCING, KULINER, LAYANG – LAYANG, BALAP KATINTING, DAYUNG DAN BEBERAPA LOMBA LAINNYA// LPT.

Fatayat NU dan Kemendes Dorong Kemandirian Masyarakat Tertinggal di Konawe Melalui BUMDes

Reporter : Musyafir, S.IP
Narasumber : Koodinator Bidang Dakwah Pimpinan Pusat Fatayat NU, Hj. Miftahul Jannah

26.07.2018.RRI.009.Fr

Fatayat NU dan Kemendes Dorong Kemandirian Masyarakat Tertinggal di Konawe Melalui BUMDes

 

KBRN, Kendari: Pimpinan Pusat Fatayat Nahdatul Ulama terus mendorong Daiyah Fatayat NU khususnya yang berada di daerah tertinggal untuk bisa mandiri dan memiliki penghasilan sendiri sehingga dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dengan berbasis potensi lokal.// Apalagi Daiyah NU yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia rata-rata berusia produktif 20-45 tahun, sehingga perlu mendapat pelatihan khusus.

 

Olehnya itu, Fatayat NU bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes) menggelar Workshop Manajemen Usaha bagi calon pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dilaksanakan di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) 24-27 Juli 2018.

 

Koodinator Bidang Dakwah Pimpinan Pusat Fatayat NU, Hj. Miftahul Jannah menjelaskan,  kegiatan tersebut diikuti 50 peserta yang berasal dari Kabupaten Konawe sebanyak 30 orang dan utusan dari Kabupaten Bombana sebanyak 20 orang . Dijelaskan, dari jumlah tersebut ada beberapa orang sudah mengelola BUMdes namun belum maksimal karena minimnya pengalaman usaha, sementara sisanya masih pemula.

 

INSERT

 

Lebih lanjut Miftahul Jannah menjelaskan, ada beberapa materi yang diberikan diantaranya bagaimana mengelola BUMDes, bagimana meningkatkan omset penjualan serta bagaimana masyarakat bisa mengakses Dana Desa untuk bisa dikelola oleh BUMDes yang nantinya bisa dinikmati oleh orang banyak.

 

Miftah menambahkan, target dari kegiatan ini agar program pemerintah dalam upaya mensejahterakan masyarakat termasuk Daiyah Fatayat NU melalui Badan Usaha Milik Desa bisa terwujud utamanya didaerah-daerah tertinggal dan terpencil.

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA MELALUI PROGRAM SULTRA PRODUKTIF AKAN TERUS MENDUKUNG ATLET – ATLET POTENSIAL DI DAERAH

Reporter : Idham
Narasumber : wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas

30.10.2018.RRI.Idham

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA MELALUI PROGRAM SULTRA PRODUKTIF AKAN TERUS MENDUKUNG ATLET – ATLET POTENSIAL DI DAERAH INI// SELENGKAPNYA DI LAPORKAN REKAN IDHAM///

========================

Pemberian bonus bagi atlet asal Sulawesi tenggara (Sultra) yang berprestasi pada ajang asean games lalu merupakan salah satu bentuk dukungan dan telah menjadi salah satu program pemerintah daerah yakni Sultra produktif// Hal itu ungkapkan wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas pada kegiatan Talk Show program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra di aula Idris Daeng Sirua kantor LPP RRI Kendari, Selasa (31/10/2018)// Diungkapkan pemberian bantuan berupa bonus kepada atlet yang telah membawa nama daerah dan negara di ajang internasional merupakan salah satu bentuk apresiasi pemerintah daerah mengingat baru kali pertama atlet – atlet asal Sultra mampu memberikan prestasi yang luar biasa dalam meraih prestasi di ajang internasional///

===================Insert

Lebih lanjut Lukman Abunawas mengungkapkan selain memberikan apresiasi kepada 12 orang atlet asal Sultra yang telah membawa nama negara dan daerah di ajang internasional, KONI Sultra juga mendapat apresiasi dari KONI Pusat atas prestasinya melakukan pembinaan atlet sehingga mampu mengirim 12 orang atlet di ajang internasional// Lukman Abunawas menambahkan dengan memberikan apresiasi kepada para atlet Sultra merupakan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung perkembangan olahraga di daerah sehingga bisa sejajar dengan daerah – daerah lain di Indonesia///Lpt   

Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari melakukan uji petik dan pengecekan terhadap sejumlah kapal penumpang yang ada di pelabuhan Kendari

Reporter : Idham
Narasumber : Kepala KSOP Kendari Israyadi

31.10.2018.RRI.Idham

Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari melakukan uji petik dan pengecekan terhadap sejumlah kapal penumpang yang ada di pelabuhan Kendari// Uji petik dan Pengecekan tersebut dilakukan guna memastikan kapal tersebut dapat berlayar aman selamat dan nyaman dari asal ketempat tujuan// Kepala KSOP Kendari Israyadi kepada sejumlah wartawan mengatakan kegiatan uji petik dan pengecekan yang dilakukan ini difokuskan pada kapal penumpang yang berlabuh dipelabuhan kendari// dan hal ini di lakukan guna memastikan kapal penumpang telah memiliki kelengkapan dan alat keselamatan dalam melakukan pelayaran dan uji petik dan pengecekan ini sekaligus rangka menghadapi angkutan natal dan tahun baru// Menurut Israyadi kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dan hal itu berdasarkan instruksi dirjen perhubungan laut nomor 103/2/14 tahun 2018 tertanggal 5 oktober 2018 tentang setiap pelabuhan yang mempunyai kapal penumpang wajib dilakukan uji petik dan pengecekan untuk memastikan kapal tersebut bisa berlayar aman selamat dan nyaman ditempat asal ke tujuan///

================Insert

Lebih lanjut Kepala KSOP Kendari Israyadi mengatakan dalam melakukan uji petik dan pengecekan yang dilakukan ini pihaknya memfokuskan pada alat keselamatan kapal mulai dari keselamatan penumpang berupa Life Jaket, alat kelengkapan kapal kapal diantaranya alat komunikasi, dokumen kapal  dan sejumlah kelengkapan lainnya// Israyadi menambahkan dari uji petik dan pengecekan ini pihaknya masih menemukan sejumlah kapal yang tidak melengkapi peralatan kelengkapan dan alat keselamatan  penumpang  dan pihaknya memberikan waktu tujuh hari kepada pengelola kapal untuk segera melengkapi seluruh peralatan kapal dan apabila batas waktu yang telah di tentukan pengelola kapal tidak memenuhi apa telah di wajibkan pihaknya akan melakukan tindakan tegas///Lpt-