Seorang warga Kendari Kota Kendari diringkus Polres Kendari karena mengedarkan Narkoba Jenis Shabu yang diduga dikendalikan dari dalam Lembaga Permasyarakatan

Reporter : Musyafir, S.IP
Narasumber : Kapolres Kendari AKBP Jemy Junaedi

Kepolisian Resor Kendari kembali mengungkap peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan.// Jaringan ini terungkap berkat penangkapan terhadap SW alias W (25) di Lorong Bukit Indah, Kelurahan Watuwatu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari beberapa waktu yang lalu.// Kapolres Kendari AKBP Jemy Junaedi menjelaskan, SW ditangkap karena diduga terlibat dalam peredaran gelap narkotika jenis sabu yang dikendalikan oleh seorang bandar berinisial E dari dalam sebuah Lapas di Kendari.// Dari tangan SW, polisi menemukan sejumlah barang bukti paket sabu sebanyak 157,89 gram.// Berdasarkan hasil temuan tersebut, pihaknya kini telah menetapkan SW sebagai tersangka.// Guna pemeriksaan lebih lanjut, SW kini ditahan di sel tahanan Mapolres Kendari.

 INSERT

 

Sementara itu Tersangka SW mengakui dirinya mendapat upah dari bandar sebesar Rp 800 ribu dari setiap 10 gram sabu yang berhasil ia edarkan.// Sabu tersebut dikemas dalam bungkus permen untuk mengelabui petugas.// Dirinya mengaku sudah menjalankan bisnis haram tersebut sejak sebulan yang lalu.//

 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol Satria Adhy Permana mengapresiasi hasil kerja anak Polres Kendari yang berhasil mengungkap kasus ini.// Dikatakan, pihaknya akan terus berupaya memberantas peredaran narkoba di wilayah Sulawesi Tenggara yang dinilainya kian hari kian mengkhawatirkan.// Dirinya juga mengaku telah berkoodinasi dengan Kanwil Kemenkumham dan pihak Lapas untuk melakukan pemeriksaan terhadap E yang merupakan bandar dari SW.//

Seorang warga Kendari Kota Kendari diringkus Polres Kendari karena mengedarkan Narkoba Jenis Shabu yang diduga dikendalikan dari dalam Lembaga Permasyarakatan.// Selengkapnya dilaporkan rekan Fery Musyafir.//

Badan SAR Kendari akhirnya menemukan dua remaja asal Labengki yang terserat arus ombak hingga ke Perairan Dongkala Provinsi Sulawesi Tengah dengan keadaan selamat.

Reporter : Musyafir, S.IP
Narasumber : Kepala Badan SAR Kendari Djunaedi

Dua remaja yang sempat hilang diperairan Labengki, Kabupaten Konawe Utara akhirnya ditemukan selamat oleh Badan SAR Kendari.// Kedua remaja tersebut terseret arus ombak hingga dua mil jauhnya dan ditemukan di perairan Dongkala, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.// Kepala Badan SAR Kendari Djunaedi menjelaskan, awalnya pihaknya menerima laporan dari Kepala Desa Buenugi bahwa ada dua remaja bernama Agus dan Arif terhempas ombak dari longboat di Dermaga Pulau Labengki.// Kedua remaja tersebut tertidur dalam longboat milik orang tua mereka, karena ombak besar yang menghantam, menyebabkan tali perahu dan tali jangkar longboat terputus dan hanyut terbawa ombak.// Tim rescue basarnas kendari dengan menggunakan RIB diberangkatkan menuju Tempat Kejadian MUsibah untuk melakukan pencarian.// INSERT

 

Djanedi menambahkan, SAR Kendari sudah menyerahkan kedua remaja tersebut di rumahnya masing-masing yang berada di Desa Buenigi, Kabupaten Konawe Utara.// Dengan ditemukannya dua orang hilang tersebut, maka operasi SAR bersama sejumlah instasi lain dinyatakan ditutup.// Adapun pihak yang turut terlibat dalam operasi tersebut yakni Koramil Asera, BPBD Konawe Utara, Polsek Asera, Nelayan serta Keluarga korban.//

Badan SAR Kendari akhirnya menemukan dua remaja asal Labengki yang terserat arus ombak hingga ke Perairan Dongkala Provinsi Sulawesi Tengah dengan keadaan selamat.// Selengkapnya dilaporkan rekan Fery Musyafir.//

tim penyidik dari Kejaksaan tinggi (Kejati) Sultra menetapkan 2 tersangka dalam mega proyek yang dibangun pada 2015

Reporter : H. Atto Raidi, S.IP
Narasumber : Asisten pidana khusus (Aspidsus) Kejati Sultra, Mustaming,SH.,MH

10. 08. 2018. R.R.I. 006 LIPUTAN DAERAH

Setelah dilakukan penyelidikan hingga penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi pembangunan rumah sakit pendidikan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi tenggara (Sultra) , tim penyidik dari Kejaksaan tinggi (Kejati) Sultra menetapkan 2 tersangka dalam mega proyek yang dibangun pada 2015 lalu.// Kedua tersangka tersebut yakni ERW salah seorang kontraktor yang kini sedang menjalani hukuman di Lemabaga pemasyarakatan (Lapas) Kota Makassar, Sulawesi selatan (Sulsel) dan SW salah seorang pegawai dari UHO Kendari.// Asisten pidana khusus (Aspidsus) Kejati Sultra, Mustaming,SH.,MH mengatakan, hasil audit dan kajian tim teknis dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta kejaksaan menyimpulkan terjadi kerugian negara senilai Rp.14 milyar dari pagu anggaran pembangunan Rp.45 milyar lebih. // Namun dari 2 tersangka yang telah ditetapkan dan 20 saksi yang telah diperiksa dan diambil keterangannya kata Mustaming, bisa jadi muncul tersangka baru setelah kembali dijadwalkan pemeriksaan pada pekan mendatang.// INSERT 1: ASPIDSUS ...................

Mustaming juga menegaskan jika saja para tersangka itu tidak kooperatif dalam proses penyidikan hingga berkasnya nanti dilimpahkan ke pengadilan, maka pihaknya berhak menahan tersangka agar tidak mengulangi lagi perbuatan pidana, menghilangkan barang bukti serta melarikan diri.// INSERT 2: ASPIDSUS ...................

Proyek pembangunan RS Pendidikan UHO Kendari dikerjakan PT.Pratama Godean Jaya yang beralamat di jalan bonto tanganga II No. 4 F Kota Makassar Sulsel.// Adapun Pasal yang dikenakan terhadap kedua tersangka itu yakni pasal 2 atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 juncto 2001 juncto pasal 55 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindak pidana korupsi.// Lpt. -

 

Tim penyidik Kejaksaan tinggi Sulawesi tenggara segera merampungkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap tersangka KA dan BU

Reporter : H. Atto Raidi, S.IP
Narasumber : Asisten pidana khusus (Aspidsus) Kejati Sultra, Mustaming,SH.,MH

10. 08. 2018. R.R.I. 006 LIPUTAN DAERAH

Tim penyidik Kejaksaan tinggi (Kejati) Sulawesi tenggara (Sultra) segera merampungkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap tersangka KA dan BU masing-masing dari Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) setelah tahap dua penyidikan dilakukan.// Berkas kedua tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana dekonsentrasi yang bersumber dari APBN 2015 senilai Rp.900 juta itu dipastikan rampung akhir agustus ini.// Asisten pidana khusus (Aspidsus) Kejati Sultra, Mustaming,SH.,MH mengatakan, setelah dilakukan pemberkasan terhadap dua tersangka itu, satu diantaranya sudah mendekat rampung, sedangkan tersangka lainnya masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi.// INSERT 1: MUSTAMING.....

Mustaming juga menngungkapkan, setelah mengambil keterangan sejumlah saksi dan mencermati serta menganalisa hasil perhitungan dari tim auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI perwakilan Sultra, di temukan kerugian negara senilai Rp.400 juta.// INSERT 2: MUSTAMING

Selain kasus dugaan korupsi dana dekonsentrasi tersangka juga dilaporkan oleh Lembaga Pengawas Kebijakan Publik dan Keadilan (LPKP-K) ke Kejati Sultra, terkait dugaan penyimpangan anggaran senilai Rp.300 juta, serta penyalahgunaan dana APBD tahun 2016 untuk pengadaan seragam Pakaian Dinas Lapangan (PDL), di lingkup Satpol PP Provinsi Sultra.// Lpt. -

 

 

 

 

 

Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara kembali memusnahkan Narkotika Jenis Sabu

Reporter : Musyafir, S.IP
Narasumber : Kepala BNNP Sultra, Brigadir Jendral Pol Bambang Priyambada

Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara kembali memusnahkan Narkotika Jenis Sabu hasil tangkapan beberapa waktu lalu.// Sabu yang dimusnahkan tersebut sebanyak 1,06 kilogram dengan disaksikan sejumlah pihak seperti Kepala Bandara Haluoloe, Perwakilan TNI Angkatan Udara, Polda Sultra, Kejaksaan, Pengadilan Negeri dan tokoh agama.// Sabu ini dimusnahkan di fasilitas di fasilitas Incenerator Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari dengan cara dibakar. Kepala BNNP Sultra, Brigadir Jendral Pol Bambang Priyambada menjelaskan, pemusnahan ini untuk mencegah barang bukti tersebut hilang dari gudang penyimpanan atau disalahgunakan.// Dijelaskan, awalnya total seluruh Sabu sebanyak 1,07 kilogram. 10 gram sabu disimpan untuk kepentingan persidangan.// INSERT

 

Seperti diberitakan sebelumnya sabu seberat 1,07 kilogram tersebut merupakan hasil tangkapan terhadap salah seorang tersangka berinisial JM pada bulan Juli.// Sabu tersebut dibawa JM dari Surabaya masuk ke Kota Kendari melalui Bandara Halu Oleo.// Tidak butuh waktu yang lama untuk mendapatkan JM bersama kekasihnya.// JM mengaku sudah dua kali menyelundupkan Narkoba di Kota Kendari. Untuk sekali mengirim, ML dibayar Rp15 juta hingga Ro20 juta.// Saat ini berkas perkara JM sudah rampung dan akan dilimpahkan ke Kejaksaan.//

Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara memusnahkan Narkotika Jenis Sabu seberat 1 koma 06 kilogram.// Selengkapnya dilaporkan rekan Fery Musyafir.//