Komisi Pemiliham Provinsi Sulawei Tenggara akhirnya menetapkan Daftar Pemilih Tetap untuk Pemilihan Umum Tahun 2019 mendatang

Reporter : Musyafir, S.IP
Narasumber : Ketua KPU Sulawesi Tenggara La Ode Abdul Natsir

Komisi Pemiliham Provinsi Sulawei Tenggar akhirnya menetapkan Daftar Daftar Pemilih Tetap untuk Pemilihan Umum Tahun 2019 mendatang.// Adapun jumlah DPT Sulawesi Tenggara sebanyak 1.685.377 pemilih yang tersebar di 17 Kabupaten Kota dengan rincian 842.051 pemilih laki-laki dan pemilih perempuan berjumlah 843.326 orang.// Jumlah DPT tersebut mengalami peningkatan sebesar 57.057 pemilih bila dibandingkan dengan DPT Pemilihan Gubernur pada bulan April lalu .// Ketua KPU Sulawesi Tenggara La Ode Abdul Natsir menjelaskan, bertambahnya wajib pilih disebabkan oleh beberapa hal diantaranya, adanya pemilih pemula yang sudah cukup umur untuk menjadi pemilih, bertambahnya pemegang E-KTP serta adanya warga yang pindah domisili.// INSERT

 

Selain bertambahnya jumlah DPT, jumlah Tempat Pemungutan Suara juga ikut bertambah yang sebelumnya 4.910 TPS kini menjadi 7.785 TPS.// Hal tersebut disebakan karena ada sejumlah kecamatan yang baru mekar termasuk untuk melayani penambahan jumlah DPT.// Menurut Nasir bertambahnya jumlah TPS tersebut akan mempermudah pelaksanaan pemungutan suara.// Apalagi dalam proses pemungutuan suara ada lima kotak yang harus diisi oleh Pemilih yakni Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.// Sehingga dengan bertambahnya jumlah TPS proses pencoblosan hingga perhitungan suara tidak memakan waktu yang lama.//

Komisi Pemiliham Provinsi Sulawei Tenggara akhirnya menetapkan Daftar Pemilih Tetap untuk Pemilihan Umum Tahun 2019 mendatang

Reporter : Musyafir, S.IP
Narasumber : Ketua KPU Sulawesi Tenggara La Ode Abdul Natsir

Komisi Pemiliham Provinsi Sulawei Tenggar akhirnya menetapkan Daftar Daftar Pemilih Tetap untuk Pemilihan Umum Tahun 2019 mendatang.// Adapun jumlah DPT Sulawesi Tenggara sebanyak 1.685.377 pemilih yang tersebar di 17 Kabupaten Kota dengan rincian 842.051 pemilih laki-laki dan pemilih perempuan berjumlah 843.326 orang.// Jumlah DPT tersebut mengalami peningkatan sebesar 57.057 pemilih bila dibandingkan dengan DPT Pemilihan Gubernur pada bulan April lalu .// Ketua KPU Sulawesi Tenggara La Ode Abdul Natsir menjelaskan, bertambahnya wajib pilih disebabkan oleh beberapa hal diantaranya, adanya pemilih pemula yang sudah cukup umur untuk menjadi pemilih, bertambahnya pemegang E-KTP serta adanya warga yang pindah domisili.// INSERT

 

Selain bertambahnya jumlah DPT, jumlah Tempat Pemungutan Suara juga ikut bertambah yang sebelumnya 4.910 TPS kini menjadi 7.785 TPS.// Hal tersebut disebakan karena ada sejumlah kecamatan yang baru mekar termasuk untuk melayani penambahan jumlah DPT.// Menurut Nasir bertambahnya jumlah TPS tersebut akan mempermudah pelaksanaan pemungutan suara.// Apalagi dalam proses pemungutuan suara ada lima kotak yang harus diisi oleh Pemilih yakni Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.// Sehingga dengan bertambahnya jumlah TPS proses pencoblosan hingga perhitungan suara tidak memakan waktu yang lama.//

Komisi Pemiliham Provinsi Sulawei Tenggara akhirnya menetapkan Daftar Pemilih Tetap untuk Pemilihan Umum Tahun 2019 mendatang

Reporter : Musyafir, S.IP
Narasumber : Ketua KPU Sulawesi Tenggara La Ode Abdul Natsir

Komisi Pemiliham Provinsi Sulawei Tenggar akhirnya menetapkan Daftar Daftar Pemilih Tetap untuk Pemilihan Umum Tahun 2019 mendatang.// Adapun jumlah DPT Sulawesi Tenggara sebanyak 1.685.377 pemilih yang tersebar di 17 Kabupaten Kota dengan rincian 842.051 pemilih laki-laki dan pemilih perempuan berjumlah 843.326 orang.// Jumlah DPT tersebut mengalami peningkatan sebesar 57.057 pemilih bila dibandingkan dengan DPT Pemilihan Gubernur pada bulan April lalu .// Ketua KPU Sulawesi Tenggara La Ode Abdul Natsir menjelaskan, bertambahnya wajib pilih disebabkan oleh beberapa hal diantaranya, adanya pemilih pemula yang sudah cukup umur untuk menjadi pemilih, bertambahnya pemegang E-KTP serta adanya warga yang pindah domisili.// INSERT

 

Selain bertambahnya jumlah DPT, jumlah Tempat Pemungutan Suara juga ikut bertambah yang sebelumnya 4.910 TPS kini menjadi 7.785 TPS.// Hal tersebut disebakan karena ada sejumlah kecamatan yang baru mekar termasuk untuk melayani penambahan jumlah DPT.// Menurut Nasir bertambahnya jumlah TPS tersebut akan mempermudah pelaksanaan pemungutan suara.// Apalagi dalam proses pemungutuan suara ada lima kotak yang harus diisi oleh Pemilih yakni Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.// Sehingga dengan bertambahnya jumlah TPS proses pencoblosan hingga perhitungan suara tidak memakan waktu yang lama.//

Komisi Pemiliham Provinsi Sulawei Tenggara akhirnya menetapkan Daftar Pemilih Tetap untuk Pemilihan Umum Tahun 2019 mendatang

Reporter : Musyafir, S.IP
Narasumber : Ketua KPU Sulawesi Tenggara La Ode Abdul Natsir

Komisi Pemiliham Provinsi Sulawei Tenggar akhirnya menetapkan Daftar Daftar Pemilih Tetap untuk Pemilihan Umum Tahun 2019 mendatang.// Adapun jumlah DPT Sulawesi Tenggara sebanyak 1.685.377 pemilih yang tersebar di 17 Kabupaten Kota dengan rincian 842.051 pemilih laki-laki dan pemilih perempuan berjumlah 843.326 orang.// Jumlah DPT tersebut mengalami peningkatan sebesar 57.057 pemilih bila dibandingkan dengan DPT Pemilihan Gubernur pada bulan April lalu .// Ketua KPU Sulawesi Tenggara La Ode Abdul Natsir menjelaskan, bertambahnya wajib pilih disebabkan oleh beberapa hal diantaranya, adanya pemilih pemula yang sudah cukup umur untuk menjadi pemilih, bertambahnya pemegang E-KTP serta adanya warga yang pindah domisili.// INSERT

 

Selain bertambahnya jumlah DPT, jumlah Tempat Pemungutan Suara juga ikut bertambah yang sebelumnya 4.910 TPS kini menjadi 7.785 TPS.// Hal tersebut disebakan karena ada sejumlah kecamatan yang baru mekar termasuk untuk melayani penambahan jumlah DPT.// Menurut Nasir bertambahnya jumlah TPS tersebut akan mempermudah pelaksanaan pemungutan suara.// Apalagi dalam proses pemungutuan suara ada lima kotak yang harus diisi oleh Pemilih yakni Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.// Sehingga dengan bertambahnya jumlah TPS proses pencoblosan hingga perhitungan suara tidak memakan waktu yang lama.//

PASANGAN ALI MAZI – LUKMAN ABUNAWAS, RESMI MENJABAT GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SULAWESI TENGGARA

Reporter : H. Atto Raidi, S.IP
Narasumber : Kepala Biro Kominfo Prov Sultra, Kusnadi

Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi – Lukman Abunawas resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Wododo di Istana Negara, Rabu (05/09/2018).

Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra itu bersamaan dengan delapan kepala daerah lainnya di indonesia hasil Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018, yakni Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah-Sumarsono, Gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo- Taj Yasin, Gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, Gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah, Gubernur dan wakil gubernur Bali, I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardana, Gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur l, Viktor Laiskodat- Josef Nae Soi, Gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji-Ria Norsan, dan Gubernur dan wakil gubernur Papua, Lukas Enembe-Klemen Tinal.

Dikonfirmasi melalui telepon selulernya di istana negara, Kepala Biro Kominfo Prov Sultra, Kusnadi mengatakan, pelantikan kepala daerah tersebut dilangsungkan tepat pukul 10.00 wib, lalu dilanjutkan dengan pelantikan ketua Dewan Kerajinan nasional Daerah (Dekranasda) periode 2018-2023 di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan berakhir acara syukuran di Kediaman Gubernur Ali Mazi di Jakarta .

INSERT 1: KUSNADI..................

Kusnadi juga mengatakn, pasca pelantikan Gubernur dan wakil gubernur Sultra di jakarta, Gubernur Ali Mazi dalam waktu dekat kemabli ke daerah untuk melaksanakan tugas pemerintahan dan salah satu yang paling mendesak adalah akan melakukan pelantikan Bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota hasil Pilkada serentak pada 12 September ini.

INSERT 2: KUSNADI........................

Pelantikan Gubernur dan wakil gubernur sulawesi tenggara di istana negara lebih cepat dari jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya dari Kementrian dalam negeri yakni 17 september 2018.

Hal itu dikarenakan Gubernur dan wakil gubernur terpilih sulawesi tenggara diperintahkan segera melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di daerah.