hujan lebat melanda kota kendari sulawesi tenggara

Reporter : H. Atto Raidi, S.IP
Narasumber : Kepala BPBD Kota Kendari, Suhardin

05. 07. 2018. R.R.I. 006 LIPUTAN DAERAH

Hujan sedang hingga lebat yang melanda kota kendari ibukota provinsi sulawesi tenggara selama beberapa pekan terakhir, mengakibatkan kerugian materil bagi masyarakat korban banjir dan tanah longsor ditaksir mencapai tiga milyar rupiah lebih.// Sebagaimana data terakhir yang dirilis Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, dari jumlah tersebut terdapat seribu 123 kepala keluarga dan atau  empat ribu 515 jiwa yang terdampak banjir.// Kepala BPBD Kota Kendari, Suhardin ditemui RRI di Posko tanggap darurat menuturkan, musibah banjir hingga tanah longsor di kota metro itu masih berpotensi terjadi, karena musim penghujan masih berlangsung hingga agustus dan september mendatang.//  Olehnya itu dirinya berharap pada masyarakat yang bermukim di kawasan lereng gunung, bantaran sungai serta sejumlah tempat yang rawan terhadap banjir dan tanah longsor agar selalu waspada.// INSERT 1 : BPBD KOTA....................

Suhardin juga menyebutkan, titik rawan terhadap banir dan tanah longsor sudah semua kecamatan dari 11 kecamatan yang ada di kota kendari, dan pantauan tim penanggulangan benaca saat ini terpusat di kecamatan baruga karena sejumlah masyarakat korban banjir sampai saat ini masih mengungsi di tenda darurat.// INSERT 2 : BPBD KOTA................

Sebagai wujud kepedulian dan bentuk perhatian pemerintah daerah, kini terus menyiagakn fasilitas untuk pelayanan kesehatan, dan dapur umum .// Disamping itu, Posko penanggulangan becana juga terus menerima bantuan logistik berupa kebutuhan pokok dari berbagai donatur termasuk badan usaha milik negara yang ada di kota kendari.// Lpt. –

 

 

PEMKAB KAB KOLAKA PRIORITASKAN PERTANIAN DAN PERKEBUNAN SEBAGAI SEKTOR UNGGUL DI DAERAH

Reporter : Idham
Narasumber : Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kolaka timur Abdul Rahmat Rahman

10.07.2018.RRI.Idham

Pemerintah Kabupaten Kolaka timur masih memprioritaskan sektor pertanian dan perkebunan sebagai salah satu sektor unggulan yang ada di daerah itu// Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kolaka timur Abdul Rahmat Rahman mengatakan pada tahun 2018 ini pemerintah daerah masih tetap menjadikan sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu skala prioritas seperti tahun – tahun sebelumnya dimana Alsintan atau alat – alat pertanian masih terus difokuskan sebagai bentuk bantuan pemerintah daerah kepada masyarakat// Menurut Rahmat salah satu yang menjadi kendala di sektor pertanian dan perkebunan yang selama ini di keluhkan para petani di kolaka timur yakni kurangnya bantuan alat – alat pertanian untuk itu pada tahun ini pemda Kolaka timur menjadikan alat pertanian sebagai salah satu prioritas dalam mendukung sektor pertanian dan perkebunan///

================Insert Rahmat

Lebih lanjut Sekdis Bappeda Koltim Abdul Rahmat Rahman mengatakan selain sektor pertanian dan perkebunan pemkab Koltim juga pada tahun ini akan segera menyelesaikan sejumlah sarana dan prasarana umum seperti jalan dan jembatan agar transportasi masyarakat dapat berjalan dengan lancar sehingga roda perekonomian dapat terus meningkat///Lpt

 

 

Ratusan warga korban banjir di Bantaran Kali Wanggu Kelurahan Lepo-Lepo masih bertahan di tenda-tenda pengungsian

Reporter : Musyafir, S.IP
Narasumber : Ketua RT Sarman

Ratusan warga korban banjir di Bantaran Kali Wanggu Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari masih bertahan di tenda-tenda pengungsian yang didirikan oleh pemerintah dan sejumlah organisasi kemanusiaan.// Warga sudah berada di tenda tersebut hampir dua minggu lamanya.// Ketua RT setempat Sarman menjelaskan, kejadian banjir pertama terjadi pada 25 Juni lalu, dimana ketinggian air mencapai dua meter lebih dan merendam puluhan rumah warga.// Selang beberapa hari kemudian air sudah mulai surut dan warga mulai membersihkan rumah mereka dari lumpur.// Namun saat warga akan kembali kerumah, banjir susulan terjadi pada Rabu Sore sehingga warga terpaksa kembali bertahan di tenda pengungsian./// Untungnye bantuan yang datang kepada warga korbabn banjir cukup banyak, mulai dari obat-obatan, makanan hingga fasilitas air bersih.// INSERT

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Sunarti bahwa banjir sudah terjadi dua kali, padahal dirinya sudah membersihkan rumah dibantu oleh sejumlah relawan dari intansi pemerintah.// Dapur umum yang juga biasa melayani warga sudah di bongkar karena banjir sudah dianggap telah selesai.// Namun malamnya hujan turun dengan sangat deras sehingga banjir kembali menggenangi rumah warga.// INSERT

 

Banjir yang terjadi di sekitar Kali Wanggu hampir setiap tahun terjadi, banjir paling besar terjadi pada tahun 2013 lalu, dimana sejumlah rumah bahkan ikut terbawa banjir.// Menurut Sunarti, untuk mencegah banjir, warga berharap ada solusi dari pemerintah seperti pembangunan tanggul penahan air.// Tanggul yang ada sudah tidak lagi bisa menahan debit air yang semakin besar.// Warga juga bersedia untuk direlokasi ketempat yang lebih aman, selama tanah yang diberikan tidak bermasalah.// Selain itu, lokasinya tidak terlalu jauh dari kali wangguu, karena sebagian besar warga menggantungkan hidupnya dengan menambang pasir di Kali Wanggu.//

Banjir susulan yang terjadi di Bantaran Kali Wanggu Kota Kendari kembali merendam puluhan rumah warga./// Warga yang sedianya akan pulang ke rumah masing-masing terpaksa bertahan di tenda-tenda pengungsian.// Selengkapnya dilaporkan rekan Fery Musyafir.//

PELAKU KORUPSI PNS TERANCAM DIBERHENTIKAN

Reporter : Naslim
Narasumber : Kepala BKPSDM Bombana Rusman

Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bombana, tinggal menunggu waktu pemberhentian dari status Pegawai Negeri Sipil (PNS).// Dua orang tersebut, merupakan bagian dari empat ASN di Sultra yang dipecat Badan Kepegawaian Negara (BKN) yakni dua di Bombana dan dua PNS di Kabupaten lainnya.// Sekretaris Daerah – Sekda Bombana, Burhanuddin A. HS Noy melalui Kepala BKPSDM Rusman dikonfirmasi RRI menegaskan, dua orang PNS yang akan diberhentikan tersebut telah diumumkan secara nasional melalui Badan Kepegawaian Nasional (BKN).// Mereka diberhentikan sebagai ASN karena terindikasi melakukan korupsi serta penyalahgunaan wewenang atau jabatan.// INSERT : 
Selain dua ASN tersebut, terdapat kurang lebih 10 ASN di Bombana yang terindikasi melakukan pelanggaran dan konsekuensi besarnya adalah pemberhentian dari status ASN.// Puluhan ASN tersebut, berasal dari sejumlah instansi dengan kasus yang berbeda-beda.// 
Sejauh ini, terus melakukan evaluasi terhadap semua ASN yang tersangkut kasus hukum setelah ada pemberitahuan nama-nama ASN dari Pengadilan Negeri Buton dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasarwajo.//  Seluruh ASN Bombana tersangkut kasus hukum baik yang telah inkra menjalani hukuman maupun masih status kasasi, proses pemberhentiannya di BKN akan dipercepat hingga Desember 2018.// Lpt.-
 

PEMERINTAH DAERAH DIMINTA LEBIH SELEKTIF DALAM MEMBERIKAN BANUAN NELAYAN

Reporter : Idham
Narasumber : Ketua Kelompok Nelayan Bersama Maju H.Abdul Hafid

11.07.2018.RRI.Idham

Pemerintah Daerah di harapkan lebih selektif dalam memberikan bantuan kepada nelayan yang ada di daerah ini// Pasalnya bantuan peralatan nelayan yang selama ini di berikan tidak kadang tidak sesuai seperti yang diharapan para Nelayan// Ketua Kelompok Nelayan Bersama Maju H.Abdul Hafid kepada RRI mengakui meski pemerintah telah banyak mengucurkan dana untuk membantu masyarakat nelayan/ namun kiranya pemerintah juga dalam hal ini instansi terkait lebih selektif dalam memberikan bantuan tersebut kepada masyarakat nelayan/ dengan cara membedakan nelayan mana saja yang akan di berikan bantuan apakah nelayan tangkap, nelayan pengumpul atau nelayan penjual/ namun yang terjadi dilapangan kata Abdul Hafid pemerintah kadang tidak selektif dalam penyaluran bantuannya///

==========Insert   

Menurut Abdul Hafid pemerintah seharusnya sebelum mengucurkan bantuan kepada para nelayan ada baiknya terlebih dahulu melakukan sertifikasi kepada seluruh kelompok – kelompok nelayan agar bantuan yang akan diberikan nantinya sesuai dengan kategori kelompok nelayan penerima///

=========Insert

Lebih lanjut Abdul Hafid berharap pemerintah dalam hal ini instasi terkait dapat terus menyalurkan bantuannya kepada masyarakat nelayan sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat nelayan khususnya di Sulawesi tenggara///Lpt