MUSIBAH BANJIR DIKOTA KENDARI

Reporter :

Hujan yang mengguyur Sulawesi Tenggara, termasuk kota Kendari beberapa minggu terakhir, telah merendam areal perkebunan, persawahan serta sejumlah pemukiman warga di kota Kendari, Baubau, kabupaten Konawe Kepulauan dan kabupaten Konawe Selatan dengan kerugian materi sangat besar./// Dikota Kendari, banjir menggenangi  ratusan rumah warga di bantaran Sungai Wanggu Lepolepo serta di beberapa titik lainnya./// Badan Penanggulangan Bencana Daerah kota Kendari menaksirkan, kerugian materi akibat banjir di kota Kendari sekitar 3 milyar rupiah./// Ironisnya, musibah yang menimpa warga terjadi berulang ulang, menimpa warga setiap musim hujan dating, entah sampai kapan.///  Pemerintah kota Kendari, sebenarnya tidak menutup mata atas derita yang dihadapi warganya./// Berbagai langkah antisipatif telah dilakukan seperti pembuatan bronjong atau talud di pinggir sungai ataupun menghimbau warga yang bermukim sepanjang bantaran sungai, agar mau direlokasi  ketempat yang lebih aman./// Namun semuanya belum membuahkan hasil maksimal./// Terbaru, dalam rangka memutuskan mata rantai di sungai Wanggu Lepolepo, pemerintah kota Kendari tahun ini akan membangun tanggul disisi sungai Wanggu sepanjang 6 koma 5 kilometer dengan ketinggian 3 meter./// Pembangunan tanggul ini untuk meningkatkan  keamanan dan kenyamanan warga setempat dalam melakukan aktifitas sehari hari.///  Kita semua tentunya berharap, rencana tersebut secepatnya  direalisasikan sehingga pada musim hujan mendatang, masyarakat sudah terbebas dari bencana banjir./// Tidak itu saja, pemerintah kota Kendari juga diharapkan memberi perhatian yang sama kepada warga yang wilayahnya sering menjadi langganan banjir, dengan melakukan normalisasi sungai, pembenahan draenase yang tidak layak, ataupun membangun draenase baru sehingga luapan air hujan dapat mengalir lancar ke teluk Kendari./// Disisi lain, waga masyarakat sendiri, terutama yang bermukim di bantaran sungai, dengan kesadaran penuh, mau direlokasikan ke tempat yang telah disiapkan pemerintah, karena tujuannya semata-mata, tidak lain, untuk memberi rasa aman, nyaman serta kemudahan dalam melakukan aktifitasnya./// Selain itu, warga juga diharapkan memelihara kelestarian lingkungan hidup, tidak menebang pohon di kawasan hutan ataupun di bantaran sungai, serta menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat, diselokan atau draenase, maupun di sungai atau kali, karena sampah juga memberi andil terjadinya banjir di lingkungan kita, kota Kendari tercinta.///